Rabu, 06 Januari 2021

PYTHON MACHINE LEARNING : K-Nearest Neighboor (K-NN)

 

PYTHON MACHINE LEARNING : K-Nearest Neighboor (K-NN)

Pertemuan Ke-12,13,14

Metode pembelajaran dalam mechine learning: 

Supervised learning

Algoritmanya : decision tree, regresi linear, k-nearest neighbor, Bayesian , neural network, dll. 

Insupervised learning

Semi supervised learning

Reinforcement learning

Apa itu K-NN? Adalah salah satu algoritma untuk klasifikasi data suatu obyek berdasarkan sejumlah K-data training yang memiliki jarak paling dekat (nearest neighbor)dengan objek tersebut(wahyono, 2018”Phyton for machine Learning”). Untuk menentukan jauh dekatnya tetangga, biasanya di hitung berdasarkan jarak Euclidean(d) denhgan rumus sbb: 

d= 2+(y2-y1)2

contoh kasus :

prediksi apakah seseorang bisa lulus S2tepat waktu berdasarkan variabel IPK S1 dan usia masuk kuliah S2. 

Data training yang digunakan: sejumlah data mahasiswa yang lulus tepat waktu dan yang tidak tepat waktu berdasarkan IPK S1 dan usia.

Pertama misalnya :

K=3 ( diperoleh 2 tetangga tepat waktu dan 1 tetangga yang tidak tepat waktu )sehingga, hasil prediksi Bejo lulus tepat waktu karena tetangga yang lulus tepat waktu lebih banyak daripada yang tidak.

Langkah –langkah algoritma K-NN:

Menentukan parameter K, bilangan bilat positif sebagai nearest neighbors(banyaknya tetangga terdekat)

Hitung jarak antara data baru dan semua data yang ada didata training

Menentukan K tetangga berdasarkan jarak minimum 

Tetangga yang memiliki frekuensi terbanyak diambil sebagai nilai prediksi atau hasil klasifikasi dari data baru tersebut. 

Latihan python

Klasifikasi bunga IRIS(bunga Pelangi)

Terdapat 3 jenis bunga iris yang agak susah dikenali yaitu setosa, versicolor, dan virginica. Untuk itu akan dibuat sebuah program dengan K-NN untuk memprediksi sebuah bunga iris, masuk kelompok yang mana. 

Data traini 

Data training adalah sejumlah data yang menunjukkan jenis bunga berdasarkan ukuran petal dan sepal dari bunga tersebut. 

Contoh melakukan prediksi :

#data yang akan di prediksi

Data = [[6.2, 1.5, 4.2, 2.6]]

#data yang akan di prediksi berdasarkan 

Y_pred= knn.predict(Data)

#mencetak hasil prediksi 

#hasil 0 adalah setosa

#hasil 1 adalah versicolor

#hasil 2 adalah virginica

Print(“Hasil Prediksi : JenisBunga” , Y_pred)

Hasil prediksi: jenis bunga [2]

Mengenal Boolean Value,Jenis-Jenis Operator Dan Kondisional

 

MENGENAL BOOLEAN VALUE, JENIS-JENIS OPERATOR DAN KONDISIONAL

Pertemuan ke-8,9,10,11  

1. 1. Operator identitas

Operator ini berbeda dengan operator lainnya, yang memaastikan ada atau tidaknya suatu anggota dalam daftar atau nilai tertentu dalam sebuah variabel. Operator identitas lebih digunakan untuk membandingkan dan memastikan apakah variabel x menunjuk lokasi memori yang sama dengan variabel y. lebih kea rah mencocokkan isi antar variabel. Jumlah anggota sama dengan operator keanggotaannya, yang hanya berisi 2. Apabila operator keanggotaan ana in dan not in. maka operator identitas ada is dan not is.

Is : Bernilai True jika kedua operand merujuk ke object yang sama dan berisi nilai yang sama

is not : Bernilai True jika kedua operand merujuk ke object yang tidak sama

contoh: 

a = 5

b = 5

c = 6

print('a is b :', a is b)

print('a is c :', a is c)

print('a is not c :', a is not c)

print('\n')

i = 'budi is ani'

j = 'ani is toni'

print('i is j :', i is j)

print('i is not j :', i is not j)

print('\n');

x = ['a','b','c']

y = ['a','b','c']

print('x is y :', x is y)

print('x is not y :', x is not y)

Hasil kode program:

a is b : True

a is c : False

a is not c : True

i is j : True

i is not j : False

x is y : False

x is not y : True


2. 2. Operator logika

Digunakan untuk operasi logika dan terdiri dari 3 jenis AND, OR dan NOT. AND menyatakan “dan” bernilai benar jika operan sebelah kanan dan kiri bernilai true. OR menyatakan “atau” bernilai benar jika minimal salah satu operan sebelah kanan dan kiri atau juga keduanya bernilai true. NOT menyatakan “tidak”, bernilai benar jika operasi bernilai false.

Contoh:

print(True and True)

print(1 + 2 == 3 and True)

print('----')

print(False or 1 > 5)

print(False or 5 > 2)

print('----')

print(not(1 > 5))

print(not(1 < 5))

hasilnya:

True

True

----

False

True

----

True

False


3. 3. Operator penugasan

Adalah operator yang digunakan untuk menyimpan nilai ke dalam variabel. Symbol dari operator ini pada dasarnya diwakili dengan tanda “=” . selain itu symbol operator ini bisa di kombinasikan dengan operator jenis lain, seperrti aritmatika dan bitwise. Ketika operator gabungan inidigunakan maka fungsinya tidak hanya akan menyimpan nilai tapi juga akan memanipulasi nilainya sesuai dengan operator gabungannya.

Contoh :

a = 5

b = 3

b = b + 1

c = a + b

d = c + c + a

e = (c + d)* a

print('Isi variabel a:',a)

print('Isi variabel b:',b)

print('Isi variabel c:',c)

print('Isi variabel d:',d)

print('Isi variabel e:',e)

hasilnya :

Isi variabel a: 5

Isi variabel b: 4

Isi variabel c: 9

Isi variabel d: 23

Isi variabel e: 160


4. Operator keanggotaan

Operator ini diperuntukkan untuk mencari keanggotaan dalam suatu tipe data urutan seperti string, list, dan tuple. Tak mengherankan jika operator ini ini sering diterapkan dalam perulangan. Karena hanya memastikan suatu nilai ada dan tidak ada di dalam daftar, maka operator ini hanya berisi 2 anggota saja.

Contoh 2:


#Operator in dan not in dalam String

sampel = 'kopidingin'

print('Sampel = kopidingin')

print('[kopi] in kopidingin :', 'kopi' in sampel)

print('[susu] in kopidingin :', 'susu' in sampel)

print('[panas] not in kopidingin :', 'panas' not in sampel)

print('[dingin] not in kopidingin :', 'dingin' not in sampel, "\n")


#Operator in dan not in dalam List beranggotakan string

asean = ['Indonesia', 'Malaysia', 'Singapura', 'Thailand', 'Filipina']

print('Anggota ASEAN = [Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina]')

print('[Indonesia] in anggota ASEAN :', 'Indonesia' in asean)

print('[Australia] in anggota ASEAN :', 'Australia' in asean)

print('[Amerika] not in anggota ASEAN :', 'Amerika' not in asean)

print('[Singapura] not in anggota ASEAN :', 'Singapura' not in asean, "\n")


#Operator in dan not in dalam List beranggotakan bilangan

prima = [2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19]

print('Bilangan prima = [2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19]')

print('[5] in bilangan prima :', 5 in prima)

print('[9] in bilangan prima :', 9 in prima)

print('[15] not in bilangan prima :', 15 not in prima)

print('[17] not in bilangan prima :', 17 not in prima, "\n")


#Operator in dan not in dalam Tuple beranggotakan string

veto = ('Amerika', 'Rusia', 'RRC', 'Inggris', 'Perancis')

print('Pemilik = (Amerika, Rusia, RRC, Thailand, Filipina)')

print('[Amerika] in pemilik hak veto :', 'Amerika' in veto)

print('[Jepang] in pemilik hak veto :', 'Jepang' in veto)

print('[Indonesia] not in pemilik hak veto :', 'Indonesia' not in veto)

print('[Rusia] not in pemilik hak veto :', 'Rusia' not in veto, "\n")

 

#Operator in dan not in dalam Tuple beranggotakan bilangan

ganjil = (1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19)

print('Bilangan ganjil = (1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19)')

print('[5] in bilangan ganjil :', 5 in ganjil)

print('[10] in bilangan ganjil :', 10 in ganjil)

print('[18] not in bilangan ganjil :', 18 not in ganjil)

print('[7] not in bilangan ganjil :', 7 not in ganjil)

contoh 2:

ampel = kopidingin

[kopi] in kopidingin : True

[susu] in kopidingin : False

[panas] not in kopidingin : True

[dingin] not in kopidingin : False


Anggota ASEAN = [Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina]

[Indonesia] in anggota ASEAN : True

[Australia] in anggota ASEAN : False

[Amerika] not in anggota ASEAN : True

[Singapura] not in anggota ASEAN : False


Bilangan prima = [2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19]

[5] in bilangan prima : True

[9] in bilangan prima : False

[15] not in bilangan prima : True

[17] not in bilangan prima : False


Pemilik = (Amerika, Rusia, RRC, Thailand, Filipina)

[Amerika] in pemilik hak veto : True

[Jepang] in pemilik hak veto : False

[Indonesia] not in pemilik hak veto : True

[Rusia] not in pemilik hak veto : False


Bilangan ganjil = (1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15, 17, 19)

[5] in bilangan ganjil : True

[10] in bilangan ganjil : False

[18] not in bilangan ganjil : True

[7] not in bilangan ganjil : False

Mengenal Boolean Value

  Mengenal boolean value

Pertemuan ke-4,5,6,7 

Tipe Data Boolean adalah tipe data yang memiliki salah satu dari dua nilai yang mungkin (biasanya dilambangkan benar dan palsu ) yang dimaksudkan untuk mewakili dua nilai kebenaran dari logika dan aljabar boolean . Ini dinamai George Boole , yang pertama kali mendefinisikan sistem logika aljabar pada pertengahan abad ke-19. Tipe data Boolean terutama dikaitkan dengan pernyataan bersyarat, yang memungkinkan tindakan berbeda dengan mengubah aliran kontrol bergantung pada apakah kondisi Boolean yang ditentukan programmermengevaluasi benar atau salah. Ini adalah kasus khusus dari tipe data logis yang lebih umum (lihat logika probabilistik ) - logika tidak selalu harus Boolean.

§  Jenis-jenis operator

Dalam pemrograman python operator banyak jenisnya.tercatat ada 7 yaitu

1.   1.      Operator aritmatika
2.      Operator perbandingan atau reaksi
3.      Operator penugasan
4.      Operator logika
5.      Operator Bitwise
6.      Operator keanggotaan
7.      Operator identifikasi 

Operator Aritmatika

Fungsi operator aritmatika mencakup penjumlahan, pengurangan, pembagian, perkalian, dan lain-lain. Beberapa simbol dari operator aritmatika sudah kita kenal semenjak bangku TK, seperti penjumlahan kita tahu itu disimbolkan dengan tanda plus (+), pengurangan minus (-), perkalian (x, namun karena di python x merupakan huruf maka diganti *), dan sebagainya.

Operator

Penjelasan

Penerapan

+

Digunakan untuk operasi penjumlahan

7 + 2 = 9

Digunakan untuk operasi pengurangan

7 – 2 = 5

*

Digunakan untuk operasi perkalian

7 * 2 = 14

/

Digunakan untuk operasi pembagian dengan hasilnya berupa bilangan ril

7 / 2 = 3.5

//

Digunakan untuk operasi pembagian dengan hasilnya dibulatkan ke bawah

7 // 2 = 3

%

Digunakan untuk operasi sisa hasil pembagian

7 % 2 = 1

**

Digunakan untuk operasi pemangkatan

7 ** 2 = 49


 Operator Perbandingan

Digunakan untuk membandingkan nilai di sebelah kiri dan kanan. Kemudian akan ditetapkan hubungan antara keduanya. Maka dari itu operator ini juga disebut operator relasi. Hasil dari operator perbandingan adalah nilai tipe data boolean (True dan False).

 

Operator Penugasan

Merupakan operator yang digunakan atau ditugaskan untuk menyimpan nilai ke dalam variabel. Simbol dari operator jenis ini pada dasarnya diwakili dengan tanda =. Sering diterapkan saat kita membuat variabel.

Selain itu simbol = pada operator ini juga bisa dikombinasikan dengan operator jenis lain seperti operator aritmatika dan bitwise, hal ini disebut operator penugasan gabungan. Ketika operator gabungan ini digunakan, maka fungsinya tidak hanya akan menyimpan nilai tapi juga akan memanipulasi nilainya sesuai dengan jenis operator gabungannya.

Operator Logika

Operator ini digunakan untuk operasi logika dan terdiri dari 3 jenis AND, OR, dan NOT.

Operator Bitwise

Untuk menggunakan operator bitwise minimal kalian perlu tahu pemahaman tentang apa itu bilangan biner. Karena operator ini diperuntukkan untuk hal tersebut. Nah sekarang apa itu bilangan biner? Bilangan biner merupakan bilangan yang tersusun atas dua angka 0 dan 1.

Bisa dibilang konsep dari operator bitwise merupakan operator logika yang dikhususkan untuk bilangan biner.

Operator Keanggotaan

Operator ini diperuntukkan untuk mencari keanggotaan dalam suatu tipe data urutan seperti String, List, dan Tuple. Tak mengherankan jika operator ini sering diterapkan dalam perulangan. Karena hanya memastikan suatu nilai ADA atau TIDAK ADA di dalam daftar, maka operator ini hanya berisi 2 anggota saja.

Operator Identitas

Berbeda dengan operator keanggotaan sebelumnya, yang memastikan ada atau tidak adanya suatu anggota dalam daftar atau nilai tertentu dalam sebuah variabel. Operator identitas lebih digunakan untuk membandingkan dan memastikan apakah variabel x menunjuk lokasi memori yang sama dengan variabel y. Jadi lebih ke mencocokan isi antar variabel.

 

 

Sabtu, 17 Oktober 2020

Senin, 12 Oktober 2020

Revolusi Industri ke 4

Nama :Liya Mahyuni

Nim:18.01.013.074

Prodi: Informatika B

REVOLUSI INDUSTRI KE-4



Mari dengan kita bahas.Revolusi industri ke 4 sudah tidak asing lagi kita dengar, dan sering menjadi perbincangan banyak pihak pemerintah industi.Sebelum adanya revolusi industri ke-4 pastinya sudah ada revolusi sebelumnya. Kita bahas revolusi ke 1 terlebih dahulu. Revolusi di mulai pada abad ke 18 dengan adanya penemuan mesin uap dan mesin menufaktur. Permasalahnya dalam revolusi industi ke 1 yaitu tenaga otot amat terbatas. Misalnya, manusia, kuda, sapi dan tenaga-tenaga otot lainnya tidak mungkin bisa mengangkat barang yang amat berat, bahkan dengan bantuan katrol sekalipun. Butuh istirahat secara berkala untuk memulihkan tenaga tersebut, sehingga proses produksi kalau mau berjalan 24 jam sehari membutuhkan tenaga. Revolusi industri ke 1 pasti ada dampak positif dan negatifnya. kita bahas dulu yang negatif biar happy ending ya. Dampak negatif dari revolusi industri ke 1 adalah pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya yang membuat lingkungan semakin memburuk. Dampak postifnya yaitu Barang-barang yang diproduksi menjadi jauh lebih banyak, lebih murah, dan lebih mudah didapat. Uang yang semula dipakai untuk memproduksi dan membeli barang-barang mahal tersebut kini bisa dipakai untuk hal lain, sehingga barang-barang yang tak diproduksi menggunakan mesin uap pun menjadi jauh lebih laku. Revolusi industri ini juga mengubah masyarakat dunia, dari masyarakat agraris di mana mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, menjadi masyarakat industri.

Selanjutnya, Revolusi industri ke 2. Revolusi industri ke 2 pada abad ke-19 yang ditandai dengan adanya produksi massal mesin listrik dan standarisasi industri. Dalam revolusi ke 3 ini Tenaga otot yang saat itu sudah tergantikan oleh mesin uap, perlahan mulai tergantikan lagi oleh tenaga listrik. Walaupun begitu, masih ada kendala yang menghambat proses produksi di pabrik, yaitu masalah transportasi. Revolusi industri kedua ini juga berdampak pada kondisi militer pada perang dunia II. Ribuan tank, pesawat, dan senjata diciptakan dari pabrik-pabrik yang menggunakan lini produksi dan ban berjalan. Hal ini terjadi karena adanya produksi massal (mass production). Perubahan dari masyarakat agraris menjadi masyarakat industri boleh dibilang menjadi komplit.

Kemudian Revolusi industri ke 3. Revolusi insustri ke 3 ditandai dengan adanya komputer dan teknologi informasi pada abad ke-20. Komputer semula adalah barang mewah. Salah satu komputer pertama yang dikembangkan di era Perang Dunia 2 sebagai mesin untuk memecahkan kode buatan Nazi Jerman, yaitu komputer yang bisa diprogram pertama yang bernama Colossus adalah mesin raksasa sebesar sebuah ruang tidur. Tidak punya RAM, dan tidak bisa menerima perintah dari manusia melalui keyboard, apalagi touchscreen, tapi melalui pita kertas. Komputer purba ini juga membutuhkan listrik luar biasa besar: 8500 watt! Namun kemampuannya gak ada sepersejutanya smartphone yang ada di kantong kebanyakan orang Indonesia saat ini.

Dan yang saat ini sedang berada di era revolusi industri ke-4. Revolusi industri ke-4 adalah bagaimana teknologi seperti kecerdasan buatan, kendaraan otonom dan internet saling mempengaruhi kehidupan manusia. Hadirnya otomasi dan kecerdasan buatan di industri tentu memberikan potensi besar untuk melipatgandakan produktivitas tenaga kerja berbagai perusahaan besar dunia bahkan sudah ada yang menggunakan robot dan kecerdasan buatan sebagai pekerjanya. sebut saja Amazon, Suzuki dll.

Apakah keadaan masyarakat di sekitar kamu sudah bergeser ke arah transformasi digital? Jelas iya, seperti contoh yang sudah dijelaskan, sekarang semua orang sudah dipermudahkan dengan teknologi digital, sebut saja belanja di e-commerce. Yang memudahkan kita dalam berbelanja online ke luar kota dan bisa sampai luar negeri. kita hanya bermodalkan smartphone yang terakses internet menggunakan aplikasi e-commerce kita bisa hanya tinggal duduk diam di rumah, barang yang kita beli akan tiba. semudah itu jaman sekarang yang membuat sesuatu hal lebih gampang.

Adapun pekerjaan-pekerjaan yang akan tetap bertahan di era reformasi antara lain yaitu industri kreatif, teknologi informasi, profesional, manager, pelayanan kesehatan, pendidikan dan jasa konstruksi. Kementrian Industri pun telah meluncurkan inisiatif dalam menghadapi revolusi industri ke-4, ada sepuluh prioritas nasional linstas sektoral dalam upaya memperkuat struktur penyusun Indonesia dalam menghadapi tantangan di masa depan.

bagaimana dengan strategi kita dalam menghadapi perubahan digital sehingga kita bisa siap beradaptasi dengan revolusi industri 4.0? kita perlu mengembangkan atau mempersiapkan diri terhadap perubahan akibat dari perkembangan digital yang masif. Salah satu caranya dengan menanamkan kesadaran digital kepada masyarakat luas, bahwa transformasi digital merupakan sesuatu yang memang sedang terjadi dan sangat penting dan dengan selalu melihat peluang yang sedang trend di masyarakat sehingga dapat beradaptasi yang mampu membuat sesuatu inovasi baru di kalangan masyarakat.

Adapun strategi dalam menghadapi revolusi industri ke-4 yaitu dengan cara peningkatan barang dan material, Oleh karena itu, untuk menghadapi industri 4.0 perusahaan harus melakukan perbaikan pada kualitas dan kuantitas barang serta material. Selain peningkatan kualitas dan kuantitas, peningkatan dari sektor teknologi juga dibutuhkan agar dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan produksi. kemudian meningkatkan kualitas sumber daya manusia Untuk menghadapi revolusi industri 4.0 perusahaan mau tidak mau harus meningkatkan kualitas SDM agar dapat memenuhi standar global. selanjutnya  kemudian Memperluas Networking, memiliki networking yang luas sangat diperlukan untuk membuka peluang-peluang baru. Selain memperluas networking, perusahaan juga harus meningkatkan kualitas dan layanan yang akan diberikan kepada konsumen. Penggunaan Internet of Things untuk dapat mengelola sistem yang sudah terhubung dengan koneksi internet. Selain dapat mengoptimalkan pekerjaan, teknologi internet juga akan mampu menghemat biaya produksi. Kemudian Membuat Aturan & Kebijakan Baru, beberapa aturan dan kebijakan yang biasanya diubah adalah kebijakan dalam suplai bahan baku, pembagian tugas kerja, dan memastikan karyawan mengerti tentang cara penggunaan teknologi yang perusahaan miliki.

Selasa, 29 September 2020

                                    Machine Learning

 Nama : Liya Mahyuni 
 Nim : 18.01.013.074
 prodi : Informatika B

PYTHON MACHINE LEARNING : K-Nearest Neighboor (K-NN)

  PYTHON MACHINE LEARNING : K-Nearest Neighboor (K-NN) Pertemuan Ke-12,13,14 Metode pembelajaran dalam mechine learning:  Supervised learnin...